Mengenal Kakatua Kecil Jambul Kuning

       

(Dokumentasi penulis)

Ayo mengenal burung cantik satu ini!

    Kakatua-kecil jambul-kuning merupakan hewan (Animalia) yang tergolong dalam filum Chordata. Hewan ini berada dalam kelas Aves (unggas), ordo Psittaciformes, famili Cacatuidae, dan genus Cacatua. Nama ilmiah spesies kakatua ini adalah Cacatua sulphurea. Kakatua kecil jambul kuning merupakan kakatua yang paling terancam punah dari 6 jenis kakatua di Indonesia. Kelima jenis lainnya, yaitu kakatua putih (Cacatua alba), kakatua tanimbar (Cacatua goffiniana), kakatua rawa (Cacatua sanguinea), kakatua maluku (Cacatua moluccensis), dan kakatua koki (Cacatua galerita). Penyebab kepunahannya, antara lain karena penjualan kakatua jenis ini secara ilegal ke Singapura, Amerika Serikat, dan negara lainnya; kerusakan habitat aslinya yang disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab; kelangkaan makanan akibat bencana alam; dan lainnya. 

Kakatua-kecil jambul-kuning hidup pada ketinggian 0-1520 m di hutan-hutan tropis dengan pepohonan tinggi dan berdahan cukup rimbun. Karakteristik tempat tersebut sangat cocok bagi burung karena memudahkan burung membuat sarang, mendapat makanan, dan berkembang biak dengan kecil kemungkinan adanya predator alami. Burung ini sering membuat sarang di lubang pohon. Sarang tersebut menjadi tempat burung betina menetaskan telurnya. Daerah sebaran kakatua-kecil jambul-kuning diantaranya, di Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi, Bali, dan Timor. 

Kakatua-kecil jambul-kuning termasuk burung berukuran sedang, karena dewasanya memiliki panjang antara 25-40 cm (panjang dari ujung kaki hingga ujung jambul saat mengembang). Rentangan sayapnya mencapai 40-55 cm. Ukuran dan ciri-ciri burung jantan dan betinanya hampir sama. Hampir seluruh bulu burung ini berwarna putih. Hanya jambul, bulu di bawah sayap, dan bulu ekornya yang berwarna kuning. Jambulnya tersebut dapat dikembangkan (ditegakkan). Paruhnya melengkung ke bawah dan berwarna hitam, sama dengan warna kedua kakinya. Burung jantan memiliki mata hitam, sedangkan betinanya bermata merah. 

Burung ini termasuk herbivora (pemakan bagian tumbuhan). Bagian yang menjadi makanan burung ini adalah biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Burung ini bersuara sangat nyaring, seperti keluarga kakatua pada umumnya. Burung ini juga termasuk burung yang cerdas. Terbukti dengan jika dilatih, ia bisa merespons dan menirukan suara atau perkataan yang didengarnya. Ia juga dapat dilatih untuk melakukan berbagai trik baik itu menggunakan alat maupun tanpa alat. Karena itu, burung ini sering dilibatkan dalam sirkus-sirkus. Burung ini juga merupakan burung yang setia. Burung ini akan melindungi apabila pemiliknya terancam.

Di alam, kakatua-kecil jambul-kuning biasanya hidup berpasangan atau berkelompok dalam jumlah kecil. Mereka sangat mencolok ketika terbang, dengan kepakan sayap cepat dan kuat diselingi gerakan melayang dan saling meneriaki. Saat bertengger diam ataupun sambil bersuara, jambulnya sering ditegakkan (dikembangkan) lalu diturunkan kembali. Umumnya, burung kakatua-kecil jambul-kuning jantan lebih aktif daripada burung betina. Perilaku atau aktivitas burung jantan, diantaranya aktivitas bermain, mengibaskan sayap, melompat, memeriksa keadaan, bergeser, berjalan, berputar, bergelantungan, dan bersembunyi. Sedangkan aktivitas burung betina, diantaranya mengembangkan sebelah sayap, menelisik bulu, mengeluarkan suara, dan membersihkan kaki. Aktivitas yang paling sering dilakukan burung jantan adalah bermain, sedangkan aktivitas yang paling sering dilakukan burung betina adalah diam. 

Kakatua-kecil jambul-kuning berkembang biak secara generatif, yaitu bertelur (ovipar). Biasanya, burung betina menghasilkan 2-3 butir telur dalam sekali masa reproduksi. Kakatua ini dapat berusia panjang, umurnya dapat mencapai 60 tahun bahkan lebih di alam atau jika dipelihara dengan baik. Cara agar kakatua-kecil jambul-kuning yang dipelihara dapat berumur panjang, aktif, dan semakin akrab dengan manusia, diantaranya: memperhatikan jenis pakan (makanan)nya, tidak bercanda dengan makanannya saat masih proses penjinakkan, memandikan burung dengan benar, membuat kandang yang kuat dan cukup luas, rutin memeriksa kesehatan burung, rutin membersihkan kandang, memberikan nama panggilan untuk burung, sering-sering mengajak burung untuk mengobrol, dan luangkan waktu untuk bermain dengan burung secara rutin. Selain itu, upayakan agar burung tidak stress. Perlu diketahui bahwa burung betina lebih cepat stress daripada burung jantan.

Kakatua-kecil jambul-kuning adalah burung yang indah, cerdas, mengagumkan, dan karena itu memilki harga jual yang tinggi. Namun, burung ini mulai langka dan berada dalam status dilindungi, karena banyaknya perburuan liar dan pemasaran gelap terhadap burung ini. Habitatnya di alam juga sudah banyak mengalami kerusakan akibat pembakaran hutan, pembabatan pepohonan, dan bencana alam, sehingga burung ini semakin sulit hidup. Walaupun telah banyak usaha manusia untuk mengatasinya, seperti pembuatan konservasi, cagar alam, dan suaka margasatwa sebagai pelestarian secara insitu (di habitat aslinya) maupun pemindahan burung ke kebun binatang atau taman burung sebagai pelestarian secara eksitu (di luar habitat aslinya), namun hal-hal tersebut masih belum cukup untuk mengembalikan jumlah populasi kakatua-kecil jambul-kuning seperti semula. Mungkin perlu waktu bertahun-tahun dan dilaksanakan secara total/serentak di seluruh dunia.



Komentar