Ayo kawan kita bersama
Menanam padi di sawah kita
Ambil cangkulmu
Ambil pangkurmu
Kita bekerja tak jemu-jemu
(Eh, maaf, cuma menyesuaikan dengan tema...😅
Lagu asli: Menanam Jagung, karya Ibu Sud)
Sumber gambar:
Padi adalah
sejenis tanaman pangan yang umumnya dibudidayakan di sawah, lahan kering, atau
lahan rawa dataran rendah. Padi menjadi
makanan pokok atau sumber karbohidrat bagi masyarakat di berbagai wilayah
beriklim tropis dan beberapa wilayah subtropis terutama di banyak negara Asia,
di mana padi dapat tumbuh dengan sangat baik dikarenakan suhu, cahaya matahari,
curah hujan, serta lahan yang sesuai. Di Indonesia, hampir seluruh daerah mampu
menghasilkan padi dan menjadikannya makanan pokok. Daerah timur seperti Maluku
dan Papua yang kering dengan curah hujan rendah tidak bergantung pada tanaman
padi, melainkan sumber karbohidrat lain yang cocok tumbuh di sana, misalnya
sagu dan ubi jalar ungu. Bagian padi yang sering diolah menjadi hidangan adalah
buahnya, yang sering disalahpahami sebagai biji, sebab ukurannya yang amat
kecil dan memang bagian itulah yang menjadi benih atau bibit untuk ditanam
kembali.
Nama latin atau nama ilmiah tanaman padi adalah Oryza sativa L. Padi termasuk ke dalam jenis tanaman rumput-rumputan. Seperti jenis rerumputan lainnya, padi tergolong tanaman monokotil yang berkeping biji tunggal, berakar serabut, bertulang daun sejajar, dan batangnya tidak memiliki kambium sehingga tidak dapat mengeras dan membesar. Batangnya beruas-ruas dan merupakan bubung kosong, yang kedua ujungnya ditutup oleh buku. Ruas batang padi diselubungi oleh daunnya, dari pangkal akar hingga pucuk. Bunga padi merupakan bunga lengkap, artinya memiliki bagian-bagian bunga secara lengkap mulai dari kelopak hingga alat kelamin jantan dan betina. Bunga padi tidak memiliki perhiasan bunga sehingga termasuk bunga telanjang. Pada setiap bunga terdapat putik yang pendek dengan dua tangkai dan dua kepala putik berwarna putih atau ungu, serta enam benang sari bertangkai pendek dan tipis dengan kepala sari yang besar. Bunganya yang disebut malai muncul dari ruas paling atas tanaman. Seluruh bagian padi berwarna hijau muda hingga hijau tua sebelum masa panen. Jika buah-buahnya telah matang yang artinya siap dipanen, bagian kulit buah padi akan berwarna kekuningan hingga kecokelatan, bahkan kemerahan atau kehitaman pada sebagian jenis padi. Setelah dipanen, buah padi akan dipisahkan dari tangkainya. Setelah terpisah, buah padi akan disebut gabah dan tangkainya disebut jerami. Gabah kemudian dibersihkan dari kulitnya (sekam) dan melalui beberapa proses sebelum menjadi beras, yang kemudian menjadi nasi atau berbagai olahan lainnya. Selain bulir beras, bagian lain dari padi juga dapat dimanfaatkan. Jerami dapat dijadikan pakan ternak, bahan bakar, dan berbagai kerajinan; sekam dapat menjadi media tanam, abu gosok, bahan bakar, dan lainnya; bekatul dan dedak dapat menjadi pakan ternak dan minyak goreng; dan masih banyak lagi pemanfaatan padi yang dapat digali.
Ada berbagai
jenis tanaman padi yang dibedakan berdasarkan kriteria tertentu. Berdasarkan
warnanya, dikenal padi dengan bulir beras berwarna putih, merah, cokelat, dan
hitam; berdasarkan sifat beras atau olahan yang dihasilkan, dibedakan menjadi
padi ketan, padi wangi, padi pulen, dan padi pera; berdasarkan varietasnya,
dikenal padi varietas unggul, varietas hibrida, dan varietas lokal; sedangkan
dilihat dari cara budidayanya, dikenal padi rawa atau padi sawah dan padi gogo.
Sejak
ditanam, sebagian besar padi memerlukan waktu 3--4 bulan untuk tumbuh dan
berkembang hingga siap dipanen. Fase perkembangan tanaman padi umumnya terbagi
menjadi tiga bagian, yaitu fase vegetatif sejak hari ke-0 (penyemaian) hingga hari ke
60; fase generatif pada hari ke-60 hingga hari ke-90; dan fase pemasakan/pematangan
pada hari ke-90 hingga hari ke-120.
Padi yang
dibudidayakan memerlukan perawatan yang baik agar dapat menghasilkan beras yang
berkualitas dengan jumlah mencukupi. Para petani harus mampu menentukan waktu
yang baik untuk menebar benih, menanam padi, dan memanen padi. Mereka juga
perlu cermat mengurus setiap jengkal lahan agar terbebas dari hama atau gulma
yang dapat menyebabkan gagal panen. Hama yang sering menyerang tanaman padi
adalah wereng, belalang, burung pipit, tikus, walang sangit, keong, dan
lainnya. Cara membasmi setiap jenis hama berbeda-beda. Misalnya, burung pipit
dibasmi dengan membuat orang-orangan sawah atau alat penghasil suara keras dan
ramai, tikus dibasmi dengan memasang perangkap atau melepaskan hewan
predator/pemangsanya seperti ular dan burung hantu di lahan pertanian, dan
sebagainya.
Gulma atau
tanaman pengganggu bagi tanaman padi, yaitu rerumputan, teki-tekian,
pakis-pakisan, serta tanaman lain yang biasa tumbuh di sela-sela barisan
tanaman padi dan mencuri nutrisi atau zat hara yang dibutuhkannya. Pengendalian
gulma sebaiknya dilakukan secara preventif atau pencegahan, yaitu dengan
membersihkan lahan dari semua gulma sebelum padi ditanam. Jika lahan terlanjur
ditumbuhi gulma saat padi telah ditanam, maka gulma dapat dibasmi dengan
pemangkasan, penggenangan, pembakaran, dan penggunaan mulsa atau bahan penutup
lahan pertanian yang dapat menjaga kelembapan tanah sekaligus mencegah gulma
berkembang.
Selain hama
dan gulma, ancaman terbesar bagi pertumbuhan dan perkembangan padi adalah
kondisi alam. Berbagai bencana seperti kekeringan, gunung meletus, banjir,
banjir bandang, dan tanah longsor dapat merusak padi yang telah ditanam dan
menyebabkan gagal panen.
Padi sebagai
hasil utama pertanian Indonesia membuka banyak lapangan pekerjaan bagi
masyarakat. Semakin luas pertanian atau budidaya padi, semakin lebar lapangan
pekerjaan di sektor tersebut. Namun, seiring bertumbuhnya industri, ekonomi,
dan budaya, pertanian padi juga terancam. Banyak sawah, ladang, dan lahan yang beralih
fungsi menjadi perumahan, pabrik, dan gedung. Produksi padi akhirnya berkurang,
dan Indonesia terpaksa mengimpor sejumlah kebutuhan padi dari negara lain.
Padahal, potensi pertanian padi di Indonesia masih sangat besar dan menopang
banyak kehidupan. Para pemilik lahan pertanian yang memiliki kemampuan ekonomi
menengah hingga tinggi mungkin baik-baik saja dan bisa mencari pendapatan dari
usaha lain. Namun, yang berkemampuan ekonomi rendah seperti buruh tani belum
tentu dapat merambah usaha lain, karena umumnya berpendidikan rendah dan hanya
memiliki keterampilan bertani. Untuk itu, usaha dalam sektor pertanian dalam
negeri perlu terus dikembangkan.
Selain
produk fisik dan peluang usaha, di masyarakat beredar filosofi padi atau ilmu
padi. Ungkapan yang sering didengungkan, yaitu “Bagaikan padi, semakin berisi,
semakin merunduk”, bermakna semakin kaya seseorang akan ilmu, harta, dan
apapun, ia akan semakin rendah hati. Filosofi berikutnya, padi adalah tanaman
yang memberi manfaat, sehingga manusia harus menirunya dengan selalu berbuat
baik kepada sesama. Pelajaran yang juga terkenal adalah ‘menjadi seperti padi
yang pandai beradaptasi’. Padi dapat tumbuh di banyak tempat, mulai dari sawah,
ladang, rawa, bahkan tanah landai. Dengan kondisi air, tanah, suhu, dan sinar
matahari yang berbeda-beda, padi dapat menyesuaikan diri dan tumbuh dengan
baik.


Komentar
Posting Komentar