Iklim Benua

 


Diketahui:

Pengklasifikasian iklim Bumi berdasarkan letak astronomis (garis lintang):

• Iklim tropis = 0—23,5°LU/LS

• Iklim subtropis = 23,5°—40°LU/LS

• Iklim sedang = 40°—66,5°LU/LS

• Iklim dingin = 66,5°—90°LU/LS

Letak geografis benua dapat memengaruhi iklim benua tersebut, karena letak/posisi suatu daerah terhadap matahari dan adanya angin dari lokasi sekitarnya membawa pengaruh klimatik tertentu. Daerah yang lebih dekat dengan Matahari akan lebih kering, jika sebaliknya akan lebih dingin. Bertiupnya angin dipengaruhi tekanan udara, dan tekanan udara dipengaruhi posisi suatu daerah (jauh/dekatnya) terhadap Matahari. Bumi berotasi sekaligus berevolusi dengan kemiringan 23,5°, dan rotasi Bumi membelokkan arah angin, sehingga kedua hal tersebut turut memengaruhi bertiupnya angin.

1. Asia

Sumber gambar: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/31/Asia_Globe_NASA.jpg/600px-Asia_Globe_NASA.jpg

Secara astronomis, benua Asia terletak pada 11°16'LS—77°LU dan 25°BT—170°BT. Oleh karena itu, ada beberapa jenis iklim di benua Asia. Wilayah benua Asia yang berada pada 0°—11°16'LS dan 0°—23,5°LU akan beriklim tropis; wilayah Asia pada posisi 23,5°LU—40°LU akan beriklim subtropis; wilayah pada posisi 40°LU—66,5°LU akan beriklim sedang; dan wilayah pada posisi 66,5°LU—77°LU akan beriklim dingin.

Di wilayah tropis, umumnya matahari bersinar sepanjang tahun; kelembapan udara relatif tinggi; rata-rata suhu udara tinggi karena posisi vertikal matahari; penguapan air laut tinggi sehingga atmosfer memiliki banyak awan; curah hujan tinggi; perbedaan antar musim tidak terlalu jauh; hanya terdiri dari 2 musim, kemarau dan penghujan; dan karakteristik lainnya.

Wilayah beriklim subtropis akan memiliki 4 musim dalam setahun (panas, gugur, dingin, semi); jenis tumbuhan relatif lebih sedikit dibanding di daerah tropis, dan terdiri atas pohon berdaun lebar dan hijau pada musim dingin yang berguguran di musim panas; musim panas terasa hangat dan musim dingin terasa sejuk; curah hujan merata (750—1.000mm/tahun); dan sebagainya.

Karakteristik wilayah beriklim sedang, di antaranya: tekanan udara berubah-ubah, banyak terdapat gerakan udara siklonal, dan sering terjadi badai mendadak. Iklim sedang umumnya dibagi menjadi iklim laut, iklim stepa, iklim gurun, dan iklim benua lembap.

Wilayah beriklim dingin memiliki ciri: suhu yang sangat dingin pada musim dingin; terdiri dari iklim tundra dan iklim es; musim dingin berlangsung lama, sedangkan musim panas yang sejuk berlangsung sebentar; dan suhu rendah membuat adanya salju abadi.

Secara geografis, Benua Asia terletak di antara Benua Eropa, Benua Australia, dan Benua Amerika, serta Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan Samudra Arktik. Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan beriklim laut dengan curah hujan tinggi sebab adanya angin dari Samudra Pasifik dan Samudra Hindia yang banyak membawa uap air. Asia Barat menerima angin barat yang kering dari Benua Afrika yang kering, sehingga curah hujan rendah dan beriklim gurun. Asia Tengah beriklim gurun, karena menerima angin dari daratan Eropa yang tidak mengandung banyak uap air sebagaimana angin dari arah laut/samudra, mengakibatkan rendahnya curah hujan, serta iklim kering dan panas karena berada di wilayah subtropis. Asia Utara beriklim kutub karena menerima angin dingin dari Samudra Arktik di utara, dekat dengan Kutub Utara.


2. Afrika

Sumber gambar: https://ilmugeografi.com/wp-content/uploads/2017/07/Flora-dan-fauna-di-Afrika.jpg

Letak astronomis benua Afrika adalah 17°BB—52°BT dan 35°LU—34°LS. Sehingga, iklim di wilayah benua Afrika yang berada wilayah 0°—23,5°LU dan 0°—23,5°LS adalah tropis; daerah di posisi 23,5°LU—35°LU dan 23,5°LS—34°LS beriklim subtropis.

Secara geografis, Benua Afrika terletak di antara Samudra Atlantik, Samudra Hindia, Laut Mediterania, serta Benua Eropa. Benua Afrika bagian utara dan barat daya merupakan wilayah gurun, karena menerima angin anti pasat yang kering dari wilayah utara. Angin kering menyerap uap air di udara dan permukaan daratan, sehingga gurun di sana dapat terbentuk. Daerah Afrika di sekitar ekuator/khatulistiwa mendapatkan curah hujan yang teratur, karena mendapat angin yang bertiup dari Samudra Hindia. Wilayah paling utara Afrika, di sekitar Laut Tengah (Mediterania) akan mendapat iklim mediterania yang memiliki musim panas yang hangat hingga panas dan kering, serta musim dingin yang sejuk dan basah. Benua Afrika juga memiliki iklim pegunungan di wilayah pegunungan dan dataran tingginya.


3. Amerika

Sumber: https://haristepanus.files.wordpress.com/2013/05/chihuahuan-desert-mexico.jpg?w=584&h=390

Letak astronomis benua Amerika adalah 170°BT—35°BB dan 83°LU—55°LS. Maka, wilayah benua Amerika pada posisi 0°—23,5°LU dan 0°—23,5°LS akan beriklim tropis; wilayah pada posisi 23,5°LU—40°LU dan 23,5°LS—40°LS beriklim subtropis; wilayah pada posisi 40°LU—66,5°LU dan 40°LS—55°LS beriklim sedang; serta daerah pada 66,5°LU—83°LU akan beriklim dingin.

Benua Amerika terletak di antara Samudra Arktik, Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, dan Antartika. Wilayah paling utara Amerika mendapat iklim kutub, karena berbatasan dengan kutub utara di mana terdapat daerah dengan tekanan maksimum, sehingga angin dingin bertiup dari sana. Iklim semi gurun dan gurun terdapat di daerah bayangan hujan atau daerah di balik pegunungan, di mana angin dari laut yang membawa uap air terhalang oleh pegunungan sehingga curah hujan rendah. Iklim darat/kontinental, terdapat di Amerika Serikat bagian Timur hingga perbatasan Kanada. Karena pengaruh angin yang cukup kering, di timur Pegunungan Rocky sampai Kanada dan di Dataran Tinggi Brasilia terdapat iklim stepa, dengan ciri kondisi wilayah kering atau semi gurun (terlalu kering untuk menjadi hutan, namun tidak cukup kering untuk menjadi gurun). Di Amerika Tengah dan sebagian besar Amerika Utara terdapat iklim tropis basah, dengan curah hujan tinggi, kelembapan tinggi, sering terjadi hujan badai dan topan di musim panas, karena pengaruh angin dari Samudra Atlantik.


4. Eropa

Sumber gambar: https://www.fresher.ru/manager_content/images2/12-luchshix-gornolyzhnyx-kurortov-dlya-otdyxa-s-detmi/1.jpg

Letak astronomis benua Eropa adalah 9°BB—60°BT dan 35°LU—80°LU. Seluruh Eropa berada pada belahan Bumi bagian utara (atas), sehingga tidak akan termasuk iklim tropis. Wilayah Eropa pada posisi 35°LU—40°LU mengalami iklim subtropis; pada posisi 40°LU—66,5°LU mengalami iklim sedang; dan 66,5°LU—80°LU mengalami iklim dingin.

Benua Eropa terletak di antara Benua Asia, Samudra Arktik, Benua Afrika, Samudra Atlantik, dan Laut Mediterania. Iklim di Eropa Utara umumnya dingin, karena mendapat angin dingin dari utara; terdapat iklim kutub di wilayah subarktik (di bagian utara) karena dekat dengan kutub utara Bumi, dengan musim dingin yang panjang dan suhu sangat rendah; di daerah sekitar Laut Mediterania terdapat iklim mediterania, dengan musim dingin yang sejuk dan musim panas yang kering; di Eropa Tengah terdapat iklim kontinental (daratan) dengan curah hujan yang rendah dan suhu yang lebih sejuk, serta perbedaan suhu antara musim panas dan musim dingin yang ekstrem; di sepanjang pantai barat Eropa terdapat iklim laut (maritim), dengan curah hujan tinggi, suhu yang sejuk saat musim dingin dan hangat saat musim panas, dipengaruhi angin laut; sebagian besar wilayah Eropa beriklim sedang, terbagi menjadi yang dipengaruhi lautan dan yang dipengaruhi daratan. Iklim sedang dipengaruhi daratan memiliki musim dingin yang sangat dingin, sedangkan iklim sedang dioengaruhi lautan memiliki curah hujan cukup tinggi, musim dingin tidak ekstrem, dan musim panas yang sejuk.


5. Australia

Sumber gambar: https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2017/01/26/96a1b98c-810f-4b16-b3fa-4c406ee5271e.jpg?w=700&q=90

Letak astronomis benua Australia adalah 113°BT—155°BT dan 10°LS—43°LS. Seluruh Australia berada pada Bumi bagian selatan (bawah), dengan iklim: pada posisi 10°LS—23,5°LS adalah iklim tropis; pada posisi 23,5°LS—40°LS adalah iklim subtropis; dan 40°LS—43°LS termasuk iklim sedang.

Benua Australia terletak di Bumi bagian selatan, dikelilingi Samudra Pasifik, Samudra Hindia, Laut Timor, Laut Arafura, Selat Torres, Laut Koral, Laut Tasman, dan Selat Bass. Di pesisir pantainya beriklim subtropis dengan 4 musim; pantai timur mendapat angin pasat dari Samudra Pasifik sehingga terjadi hujan sepanjang tahun. Angin tersebut tidak terus melaju ke bagian barat karena terhalangi Pegunungan Biru dan Alpen Australia, sehingga hujan hanya terjadi di pantai timur, sedangkan di bagian barat Australia terbentuk gurun (kering, tidak mengandung banyak uap air); bagian selatan hanya mengalami hujan pada bulan Juni di musim dingin. Bagian selatan mengalami musim dingin karena dekat dengan Kutub Selatan yang dingin dan bertekanan tinggi, sehingga udara bergerak dari sana ke arah lain.

6. Antartika

Sumber gambar: https://www.dosenpendidikan.co.id/wp-content/uploads/2019/11/Wisata-Benua-Antartika.jpg

Secara astronomis, letak benua Antartika adalah 66,5⁰LS – 90⁰LS, seihngga terletak di bagian kutub selatan Bumi dengan iklim dingin. Antartika sendiri disebut pula Kutub Selatan. Karena tidak memiliki penduduk tetap yang artinya tidak memiliki peradaban dan kebudayaan, maka Antartika kerap tidak disertakan dalam penggolongan benua. Bagian selatan Bumi ini tidak mendapat cukup sinar matahari, sehingga suhunya terlampau dingin bagi manusia normal. Yang tinggal di sana hanya para peneliti, dan itupun hanya sampai pekerjaan mereka terselesaikan. Di benua ini terdapat penguin dan beberapa hewan yang cocok dengan keadaan di sana, seperti singa laut, gajah laut, paus biru, dan ikan.

Benua ini tertutup salju dan es, dikelilingi Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, dan Samudra Hindia. Tekanan udaranya tinggi, angin kencang dan badai salju sangat sering terjadi. Antartika merupakan tempat terdingin di Bumi dengan suhu mencapai -85° atau -90° C di musim dingin, dan 30° lebih tinggi di musim panas. Bagian tengahnya dingin, kering, dengan curah hujan yang rendah. Di bagian pesisir juga turun salju, dengan catatan tertinggi 48 inchi dalam 48 jam. Hampir seluruh permukaan benua diselimuti es setebal rata-rata 2,5 km.

Sebagian besar wilayah Antartika hampir selalu mengalami suhu di bawah 0°. Suhu rata-rata pada musim dingin adalah -40°C sampai -70°C di wilayah pedalaman, dan -20°C hingga -30°C di wilayah pantai.

Komentar